Art & Design

Karya Yang Bersinggungan Dalam Eksibisi “Convergent”

Oleh Sheila Bell 

 

Jika ditelusuri dalam kamus bahasa inggris, kata dari “convergent” diartikan sebagai suatu hal atau ide menjadi serupa bahkan bisa menyatu. Kemahiran dalam eksplorasi ruang bagi seniman pun memiliki selera dan proses masing-masing, tapi bisa bersatu menciptakan perpaduan dalam berkarya. Seperti yang dilakukan oleh dua fotografer Leandro Quintero dan Deby Sucha, dimana memiliki latar belakang yang mendekati, menghadirkan pameran foto yang menunjukkan persinggungan dalam hasil karya mereka. Eksibisi ‘Convergent’ menjadi edisi kedua dari Sunset Limited di Grand Wijaya Center yang telah berjalan dari 26 Februari hingga 27 Maret 2021.

Keduanya telah melakukan perjalanan dan eksplorasi ke banyak negara, mengabadikan setiap momen dengan keunikan dalam pengalaman, budaya, suasana dan kaum dari berbagai macam latar belakang. Menarik sebuah momentum yang menjadi pusat perhatian mata dan akhirnya langsung memotret pada saat itu juga. Tidak ada keindahan yang dibuat-buat melalui foto-foto mereka yang terlihat seperti frase ‘it is what it is’. Terkadang, melihat sesuatu dengan apa adanya menjadi salah satu bentuk apresiasi atas realita yang kita punya. Tidak selalu tentang kemegahan dan kemewahan, namun melebihi bagaimana kita menghidupkan sesuatu yang dapat menyenangkan indera penglihatan kita.

Dalam situasi pandemi ini, Fandy Susanto, sebagai co-founder Sunset Limited, ingin berkolaborasi lebih banyak dengan komunitas-komunitas dari berbagai macam kalangan untuk menggunakan intimate space yang ada dalam ruangan kontemporer ini. Sehingga, dia menghubungi Leandro yang sudah menjadi teman lamanya untuk berkolaborasi ide dan mengadakan pameran foto. Leandro pun juga mengajak Deby untuk ikut serta memajang hasil karya mereka dalam pameran ‘Convergent’ ini. 

Proses pemilihan foto pun sangat terkurasi dan selektif dimana pada saat layouting tersebut juga tidak membatasi bagian khusus untuk Leandro atau Deby. Semua hasil pemotretan bersinggungan satu sama lain untuk membawakan tema convergent ini. Secara tidak langsung, eksibisi dengan ruang yang terbatas membuat nuansa yang sangat intimate. Yang bikin menarik adalah ketika kami sebagai pengunjung dapat menginterpretasikan arti, makna dan emosi sendiri dari sebuah karya. 

Ketika masuk ke dalam ruang Sunset Limited, suasana seperti dalam toko kecil di Jepang sambil ditemani lagu-lagu Japanese pop menjadi menyenangkan untuk menikmati pameran dari Leandro dan Deby. Tidak membatasi ruangan itu sendiri, kamu pun bisa melihat berbagai macam koleksi mainan budaya pop jadul dan membeli kaos dengan hasil gambar Leandro atau Deby.