Art

MACAN Mempersembahkan "Manifesto" & "Why Let The Chicken Run"

Untuk pertama kalinya di Indonesia, Museum Macan menampilkan ‘Manifesto’ karya Julian Rosefeldt. Sebuah karya instalasi multikanal yang memenuhi area ruang galeri dengan menggunakan 13 layar. Di tiap-tiap layar ini, para pengunjung dapat menyaksikan aktris, Cate Blanchett memainkan peran yang berbeda-beda sambil membawakan art manifestor dari abad-20. Sang kreator dari project ini mengatakan bahwa peran yang dimainkan oleh Cate Blanchett tidak memerlukan nama, tetapi semua peran-perannya diambil dari kehidupan sehari-hari. Menelusuri sejarah ‘Manifesto’, Rosefeldt mengutip tulisan-tulisan para Futuris, Dadais, perupa Fluxus, Suprematis, Situasionis, Dogme 95, serta gerakan-gerakan lainnya. Setiap monolognya berlangsung selama 10 menit dan mereka ditayangkan dalam waktu bersamaan sepanjang pameran.

Selain ‘Manifesto’, Museum Macan juga menampilkan pameran tunggal pertama karya Melati Suryodarmo. Melati sendiri merupakan seniman Indonesia yang telah diakui secara internasional. Kali ini, ia menampilkan “Why Let the Chicken Run” dan karya-karya penting miliknya yang sudah lebih dari 20 tahun. Karya-karyanya sendiri memiliki durasi panjang yang dimulai dari tiga hingga dua belas jam, seperti I’m A Ghost in My Own House (2012) selama 12 jam, dan The Black Ball (2005) yang dilakukan selama 4 hari berturut-turut dengan berdurasi selama delapan hingga sepuluh jam tiap harinya. Performans Melati terpengaruh oleh Butoh, yang merupakan tarian radikal yang muncul pasca perang dunia di Jepang. Melati telah mempresentasikan karyanya di berbagai festival dan pameran internasional. Sejak tahun 2007 ia menyelenggarakan ‘Undisclosed Territory’, di kota kelahirannya, Surakarta.

Keduanya masih dapat disaksikan sampai dengan tanggal 31 May 2020.