Design

Mengamati Tren Desain Di Tahun 2021

Oleh Sheila Bell

 

Berdiam di dalam rumah bersama keluarga, bekerja dengan sistem WFH, melakukan aktivitas spring cleaning untuk meminimalkan ruangan telah menjadi kegiatan umum selama tahun 2020 yang dilanda oleh pandemi. Ekspresi diri melalui platform digital juga meningkat di saat-saat kegentingan secara kolektif dan mulai memicu lebih banyak kreativitas di generasi ini.

Tak banyak desain menggambarkan tema avant-garde sebab keadaan semakin tersara-bara. Namun, tahun ini membawa tujuan dan harapan baru untuk menerapkan skema desain lebih lanjut. Selain itu, desain pun dirancang demi gratifikasi yang lebih baik. Sebagian besar berkomunikasi untuk menyampaikan ide dan menerapkan gagasan mengenai sustainability, keaslian, minimalism, dan kenyamanan menjumpai kebiasaan baru.

Tim Insitu mengulik beberapa tren desain dimulai dari palet warna terbaru dari Pantone, desain grafis dan kemasan yang sustainable, desain interior minimalis hingga tren mode yang mendatangi kombinasi dua warna soft dan siluet fashion yang memberikan cetusan yang berani. 

1. Palet Warna dari Pantone: Ultimate Grey dan Pantone

Dalam 'Color of The Year' tahun ini, Pantone mengumumkan untuk membawa dua set warna yaitu abu-abu pamungkas dan kuning cerah ke tahun 2021. Kedua pigmentasi monokromatik ini menandai era yang membingungkan pada tahun 2020 demi mengusung optimisme dan menetapkan harapan di masa depan. Ultimate Grey merepresentasikan warna solid yang kokoh dengan makna untuk terus bertahan dalam situasi yang meresahkan. Sedangkan, Illuminating Yellow membangkitkan warna-warna harapan. Memasangkan kedua palet warna ini mendapatkan pemahaman tentang jiwa manusia dalam mempertahankan kekuatan dan melihat perspektif dengan rose-tinted glasses.

2. Font Bold dan Retro

Seiring berjalannya tahun dalam raising awareness dalam masalah politik, sosial dan lingkungan, lebih banyak kampanye desain mengambil tindakan dalam berkomunikasi dengan tipografi dan warna yang berani untuk menekankan, mendidik dan memberdayakan mengenai isu-isu di dunia. Sementara itu, font Serif menyoroti typeface dalam layar digital yang memberikan rasa seperti membaca dari cetakan fisik. Terlepas dari itu semua, font retro ini juga menyampaikan perasaan nostalgia yang membawa kembali masa lalu seperti yang dinyatakan dalam Laporan Tren Desain Editorx 2021.

3. Kemasan Eco-friendly

Dilansir dari The Dieline, sustainability telah menjadi tren meningkat selama dekade ini atas berbagai isu perubahan iklim. Dalam gerakan pengurangan gunanya plastik, sudah lebih banyak brand besar berkembang dalam kemasan yang lebih ramah lingkungan. Salah satu contoh seperti merek mainan LEGO, dimana kantong kertas daur ulang menjadi pengganti kantong plastik sekali pakai untuk pernak-pernik mainannya. Selanjutnya, Coca-Cola berencana mengganti botol plastiknya dengan prototipe botol kertasnya. Saat konsumen membeli, brand minuman bersoda terdorong untuk mengumpulkan plastik dan botol kaleng untuk digunakan sebagai bahan daur ulang.

4. Japandi Interior

Pergantian tahun adalah momen yang tepat untuk mulai “spring-cleaning” dan membuat beberapa penyesuaian di ruangan kamu. Menurut Huffington Post, penelusuran Pinterest meningkat dengan gaya interior 'Japandi', kombinasi antara gaya Jepang dan Skandinavia. Tidak hanya memiliki konsep 'less is more', ruang minimalis ini diingat dengan warna putih dan krem yang lembut serta pencahayaan alami. Bahan cenderung dikenal untuk furniture raw dan alami seperti tanah liat, anyaman, kayu berwarna terang, bambu, dan rotan. Tren hybrid ini menetapkan nada yang halus namun memberikan nuansa yang tenang.

5. Palet Warna Sorbet dalam Fashion: Hijau Mint dan Lilac 

Nothing could ever go wrong dengan warna pastel lembut. Sepanjang dekade ini sudah melihat terlalu banyak 'warna aman' seperti dusty pink atau baby blue. Sehingga, pigmen lain dilupakan untuk dijelajahi dan dipadukan. Warna-warna pastel yang lembut kembali lagi di tahun ini dengan tampilan hijau mint dan lilac. Dikutip dari Refinery29, rona yang terinspirasi dari sorbet ini akan tetap terlihat cantik di semua warna kulit jika di-mix dan match. Meski merupakan tahun yang meresahkan di tahun 2020, skema warna ini bisa menjadi happy colour untuk tahun ini. 

6. Puffed Sleeves

Kami telah dimasukkan ke dalam isolasi terlalu lama dan puffed sleeves akan mendapatkan spotlight pada tahun 2021. Bagian dari siluet fashion ini menyajikan tampilan yang berkesan feminin, ceria, dan playful. Berkembang dari gaya tradisional dan vintage, lengan puff telah digunakan oleh desainer dan merek terkenal seperti Cecile Bahnsen, Loewe, dan Isabel Marant. Terlihat mewah, namun tren baru ini bisa dicoba hanya untuk merasakan kesan royal dan tetap kontemporer secara langsung. 

–––

Bersorak di tahun baru, tren akan tetap berjalan meski situasi tidak bisa diprediksi untuk kita hadapi. Tetap menghadirkan solusi baru untuk masalah sehari-hari dan menginspirasi untuk terus bergerak maju. Bahkan, tak harus menjadi yang paling terdepan untuk mewujudkan sesuatu. Melihat hal-hal di sekitar kita juga menjadi inspirasi visual dalam desain. Dengan itu semua, tren desain pada 2021 membawa pesan dalam minimalism, sustainability, dan kenyamanan.