Lifestyle

Film Horor Thailand

Di tengah riuhnya genre horor dalam perfilman Asia yang sedang disorot dunia, karya-karya sineas Thailand menjadi salah satu yang cukup menonjol. Dengan mengangkat kisah-kisah menyeramkan yang kerap dibumbui legenda setempat, percintaan, hingga komedi, sinema horor Thailand menawarkan pengalaman menonton yang membuat bergidik ngeri. Berikut film-film horor karya sineas Thailand pilihan redaksi Insitu.

 

Karma (2015) dir. Kanittha Kwanyu

Sun adalah seorang pemuda yang tak peduli dengan apapun. Hidupnya yang berantakan membuat ayahnya memaksanya untuk menjadi seorang biarawan Buddha. Walaupun begitu, ia tak kunjung berhenti melanggar berbagai aturan sebagai biarawan, termasuk menjalin hubungan dengan seorang gadis setempat. Sun kemudian dihadapkan pada akibat dari perbuatannya yang telah memantik kemarahan dari sebuah kekuatan supernatural. Setelah berlalu lalang di sirkuit festival dunia, Karma juga didaftarkan sebagai nominasi Best Foreign Language Film di Academy Awards ke-89.

 

Coming Soon (2008) dir. Sopon Sukdapisit

Konsep movie within a movie dimainkan dengan sangat baik dalam film ini. Sebuah film horor tentang hantu perempuan yang suka menculik anak-anak menjadi film yang sangat ditunggu-tunggu di Thailand. Karena itu, Shane (Chantavit Dhanasevi) yang bekerja sebagai operator proyektor di bioskop berniat untuk membajak film tersebut untuk dijual. Namun, kisah dalam film tersebut ternyata bukan karangan semata. Penonton mulai mengalami hal-hal misterius yang mengancam nyawa mereka.

 

4bia (2008)  dir. Youngyooth Thongkonthun, Banjong Pisanthanakun, Parkpoom Wongpoom, & Paween Purijitpanya

Sesua dengan namanya, 4bia adalah antologi horor yang terdiri dari 4 film pendek karya 4 sutradara yang berbeda. Masing-masing segmennya menawarkan ragam cerita pula: segmen pertama “Loneliness” menceritakan tentang hubungan seorang gadis yang kesepian dengan orang asing yang ia kenal melalui SMS. Segmen kedua adalah “Deadly Charm” yang berkisah tentang balas dendam seorang korban bullying di sekolah. “The Middle” mengangkat cerita sekelompok teman yang mengalami kecelakaan saat sedang menjelajah hutan Chiang Mai, sementara “Flight 244” adalah thriller psikologi yang menceritakan seorang pramugari yang bertugas membawa mayat dalam sebuah penerbangan. Meskipun memiliki cerita yang berbeda, keempat segmen ini memiliki alur yang saling bersinggungan.

 

Alone (2007)  dir. Banjong Pisanthanakun & Parkpoom Wongpoom

Masih dari duo Pisanthanakun dan Wongpoom, Alone menceritakan tentang Pim, seorang gadis yang baru pindah ke Korea Selatan setelah menjalani operasi pemisahan kembar siam. Sayangnya, saudara kembarnya tak dapat diselamatkan. Ketika kembali ke Thailand, Pim harus menghadapi rasa bersalahnya sekaligus kemarahan arwah saudara kembarnya. Tak hanya itu, Alone dipenuhi twist dan kejutan tak diduga yang tak memberi penonton ruang untuk bernapas.

 

Shutter (2004) dir. Banjong Pisanthanakun & Parkpoom Wongpoom

Dirilis di tahun 2004 lalu, Shutter adalah salah satu film horor Thailand yang mencuri perhatian khalayak film internasional hingga remake Hollywood-nya dibuat empat tahun kemudian. Kita mungkin sudah cukup familiar dengan premis tentang kemunculan sosok misterius dalam foto-foto pribadi seseorang dalam judul ini. Namun, film aslinya adalah karya horor monumental yang tak dapat dilewatkan.

 

Laddaland (2011) dir. Sopon Sukdapisit

Setelah sebelumnya berhasil membawa kengerian melalui Shutter (2004) sebagai penulis naskah dan Coming Soon (2008) sebagai sutradara, Sopon Sukdapisit mendobrak batasan-batasan genre dalam film horor Laddaland yang bernuansa melodrama. Thee (Saharat Sangapreecha) berperan sebagai kepala keluarga yang berhasil membawa anak dan istrinya pindah ke kawasan perumahan mewah setelah bertahun-tahun hidup tak layak. Namun, kehidupan baru mereka tak seindah yang dibayangkan. Masalah keluarga dan hal-hal aneh yang mulai bermunculan satu per satu terungkap di Laddaland.