Lifestyle

Hal Sederhana Yang Sering Dilupakan Saat Sedang Memulihkan Hati

By Ian Hugen 

Nampaknya kebanyakan dari kita seringkali terlalu sibuk, berusaha untuk lepas dari suatu masalah. Sampai akhirnya lupa akan apa yang sedang berlangsung detik ini juga. Terlalu fokus pada tujuan untuk ‘pulih’ hingga secara tidak sadar mengabaikan apa yang jauh lebih penting daripada tujuan itu sendiri; yaitu cara untuk sampai kesananya. Ibaratnya ingin berlabuh tapi cara untuk berlayar pun entah bagaimana. 

Proses healing memang bukanlah hal sederhana. Apapun teori dan testimoni orang-orang di dunia maya, perlu kita setuju dengan seksama bahwa semua itu tidak semudah berbicara dan membalikkan telapak tangan. Tidak perlu meromantisisasi karena kita semua sadar betul bahwa mengikhlaskan, melepaskan, berdamai, mengakhiri (dan apapun wujud masalahnya) tidaklah mudah. Tapi satu hal yang perlu diketahui, dari berbagai kesulitan dan jatuh bangun yang terselip dalam proses healing tersebut, healing bukanlah sesuatu yang konstan dan linier, melainkan dinamis dan penuh gejolak. 

Bagaikan garis detak jantung yang grafiknya naik dan turun, begitu juga soal proses memulihkan diri. Apapun lukanya, tidak ada yang berproses hanya bak kerja satu malam. Semua itu butuh waktu dan setiap orang punya timeline yang berbeda-beda. Mungkin kemarin sudah berhasil ikhlas, tapi hari ini kembali teringat, lalu besoknya sudah lupa lagi. Siklusnya akan terus berputar seperti itu and it’s totally fine. Tidak ada yang salah dengan jatuh bangun dalam pembahasan ini karena kembali lagi, memang healing itu dinamis bukan konstan.

Yang terpenting sebenarnya adalah kamu tahu kamu sedang menuju ke arah sana. Kalau jatuh, berdiri lagi, jatuh lagi, berdiri lagi. Terus diulang sampai nanti tanpa sadar tiba-tiba sudah terbiasa dan bebas dengan sendirinya. 

Adapun sebuah masukan sederhana, daripada terlalu sibuk mentargetkan pulih itu sendiri, ada baiknya untuk lebih aware saja dengan hari-hari yang sedang dijalani. Akan eksistensi sebagai manusia yang menapak dan bernafas di hari itu. Jangan berpikir terlalu jauh sampai lupa untuk menghidupi apa yang ada hari ini karena yang kamu lakukan hari ini adalah yang sebenarnya akan mengantarkanmu ke tujuan itu besok. Masuk akal kan?

Jadi nikmati saja prosesnya. Tidak selamanya akan begini kok. Nanti suatu hari jika semua badai ini sudah berlalu, kamu akan melihat kebelakang dan mengingat tulisan panjang ini. Hopefully, bisa tersenyum lebar dan berkata ‘I’m glad it happened’. 

Kutunggu lanjutan kisahmu ya. Selamat berproses.