Lifestyle

Pedoman Berinvestasi Di Awal Tahun 2021

Oleh Adelia Dinda Sani

 

Memasuki tahun baru 2021, rencana keuangan menjadi sebuah prioritas yang patut dilakukan. Dengan ketidakstabilan pasar dan situasi yang kian sulit diprediksi, setidaknya resolusi keuangan bisa menjadi salah satu upaya yang dapat kita kontrol. Tidak hanya mengatur keuangan mendasar seperti mencatat anggaran ataupun mulai menabung, namun perencanaan investasi menjadi hal yang harus dipertimbangkan. Pasalnya, investasi dapat memberikan keuntungan yang lebih menjanjikan, terlebih dengan segala inkonsistensi situasi ini.

Dilansir dari Kompas, semakin banyak kaum milenial yang berminat untuk berinvestasi dalam kondisi pandemi ini. Dengan peningkatan dua kali lipat, para generasi milenial memiliki banyak waktu luang sehingga mempergunakan momentum tersebut untuk mencari informasi seputar investasi dan saham. Selain itu, akses untuk berinvestasi pun semakin mudah dijangkau dengan adanya teknologi yang berkembang pesat.

Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi namun tidak tahu harus mulai dari mana, berikut ini tim Insitu berikan beberapa pedoman pilihan investasi yang dapat kamu coba.

1. Emas

What:

Instrumen investasi menggunakan logam mulia yang telah lama digunakan. Komoditas emas seringkali diasosiasikan dengan simbol kekayaan, sehingga jenis investasi yang satu ini sangat umum diperjualbelikan oleh berbagai kalangan.

Why:

Kenaikan emas cukup stabil dan jarang mengalami penurunan yang signifikan. Sebagai safe haven, nilainya tidak terpengaruh oleh inflasi maupun resesi, sehingga emas sangat sesuai untuk dijadikan investasi jangka panjang. 

Who:

Emas cocok bagi kamu yang ingin melakukan investasi jangka panjang secara stabil dengan tingkat risiko rendah. 

How:

Jika kamu ingin membeli emas fisik, maka kamu bisa pergi ke toko emas atau pegadaian. Tapi, jika kamu lebih tertarik untuk menabung emas secara lebih praktis, kamu bisa berinvestasi emas digital melalui berbagai aplikasi hingga e-commerce terkini. Meskipun dilakukan secara digital, namun kebanyakan dari platform ini turut menyediakan pelayanan cetak emas fisik.

2. Deposito

What:

Produk penyimpanan di bank yang mana proses penyetoran dan penarikannya hanya dapat dilakukan dengan jangka waktu tertentu. Meskipun tidak jauh berbeda dengan tabungan bank pada umumnya, namun deposito memberikan keuntungan yang lebih tinggi dengan aturan jangka waktu tabungan yang lebih ketat, seperti 3, 6, 12 atau 24 bulan.

Why:

Jenis investasi yang satu ini sangat mudah dan praktis dilakukan. Dengan hanya membuka rekening deposito di bank kesayangan, kamu bisa langsung memulai investasi dengan aman dan terjamin.

Who:

Deposito cocok bagi para pemula yang ingin mulai berinvestasi dengan mudah dan praktis.

How:

Kamu cukup membuka rekening deposito dan menentukan jangka waktu simpanan yang ingin dimiliki. Makin lama jangka waktu yang dipilih, makin besar pula bunga yang diperoleh 

3. Reksadana

What:

Investasi yang dilakukan melalui manajer investasi, yakni pihak yang mengelola dana nasabah untuk diinvestasikan pada beberapa hal, mulai dari saham, obligasi, dan lain-lain. Singkatnya, kamu hanya perlu menyetor uangmu dan manajer investasi akan mengatur segala pilihan jenis reksadana untuk mencapai target yang kamu inginkan. Reksadana sendiri terbagi menjadi empat jenis: pasar uang, pendapatan tetap, campuran dan saham.

Why:

Keuntungan reksadana lebih tinggi daripada deposito bank. Bahkan jika kamu memilih reksadana pasar uang dengan risiko terendah, bunga yang didapatkan akan tetap lebih menguntungkan dari deposito.

Who:

Cocok bagi para pemula yang tertarik untuk mengeksplorasi seluk beluk dunia investasi, namun masih belum yakin untuk memulai investasi sendiri. Selain itu, reksadana juga cocok digunakan bagi kamu yang tertarik dengan saham namun belum berani mencoba, ataupun bagi kamu yang ingin mulai menyimpan dana jangka panjang.

How:

Reksadana dapat dimulai dengan modal sebesar Rp100.000,- pada berbagai aplikasi investasi digital.

4. Saham

What:

Tanda penyertaan modal seseorang dalam sebuah perusahaan. Dengan turut membeli saham perusahaan, berarti kita turut menjadi pemilik perusahaan tersebut.

Why:

Dari seluruh instrumen investasi yang ada, saham memberikan keuntungan yang paling tinggi. Selain itu, saham bersifat sangat likuid dan dapat sewaktu-waktu dicairkan. Bermain saham pun dapat memberikan banyak pengetahuan karena kita dituntut untuk menjadi aktif dalam mengamati tren dan harga pasar.

Who:

Saham kurang disarankan untuk pemula karena meskipun berpotensi meraup keuntungan tertinggi, namun saham juga memiliki risiko tertinggi. Oleh karena itu, saham cocok digunakan oleh kamu yang telah terbiasa berinvestasi ataupun telah memiliki pengetahuan yang relevan. Meskipun begitu, tidak ada salahnya jika pemula turut memasuki dunia saham dengan modal yang kecil terlebih dahulu—dengan catatan bahwa aktivitas investasi harus selalu dibarengi dengan proses pembelajaran.

How:

Kamu cukup membuka Rekening Dana Investor di sekuritas tertentu dan mulai melakukan jual beli saham melalui berbagai aplikasi digital. Kamu pun dapat menyiapkan modal mulai dari Rp100.000,- saja untuk mulai membeli saham pilihanmu.