Lifestyle

PS150

Di suatu sudut pecinan Kuala Lumpur, berdiri sebuah toko mainan antik yang sekilas tak terlihat oleh para pejalan kaki. Etalase kecil berisi boneka dan action figure memenuhi kios sempit tersebut. Namun, apa yang bersembunyi di balik pintu kayu bertulis PS150 tersebut bukan ditujukan untuk anak-anak.

Pintu yang terbuka menunjukkan lorong remang-remang dengan dinding yang dihias potret-potret kuno, seakan menyapa mereka yang "tersesat" dalam labirin ini. Lorong ini bermuara pada sebuah bar yang dilatarbelakangi deretan botol-botol liquor eksotis dan langka. Interior bernuansa kayu dan kulit dengan penerangan yang seadanya memberi kesan intim dan sensual, sekilas mengingatkan pada set film-film Wong Kar Wai yang romantis dan bittersweet. Maka tak dapat berpaling dari neon sign merah yang bertuliskan 'Chee Cheong Kai'--nama kuno dari Jalan Petaling yang hingga kini masih digunakan oleh mereka yang dulu pernah menikmati maa jayanya.

PS150 menawarkan pilihan cocktail yang tak kalah unik. Buku menu berbentuk raport sekolah dasar mengajak kita kembali ke masa lalu dengan resep-resep cocktail yang diambil dari 5 era berbeda: Vintage (1850-1910-an), Classic (1920-1930-an), Tiki (1940-1960-an), Disco (1970-2000-an) dan Contemporary (akhir 2000-an hingga saat ini). PS150 juga tak malu-malu untuk menggunakan bahan-bahan tradisional Malaysia dalam cocktail-nya, seperti pandan, buah asam, gula melaka, dan calamansi. Nuansa nostalgia yang kuat memang membuat menghabiskan waktu di PS150 berujung pada bangkitnya kenangan masa lalu, namun bukan tidak mungkin bahwa perjalanan ke sini juga akan membawa pengalaman baru.

 

PS150

150 Jalan Petaling, Ground Floor

Kuala Lumpur, Malaysia