Lifestyle

Restoran Dan Bakery Modern Dengan Inspirasi Gaya New York

Oleh Sheila Bell

 

Tidak ada yang lebih mengharukan selain menemani ibumu membelikan kue untuk nenekmu. Melihat deretan roti di tampilan kaca pastry sembari memilih jenis rasa savoury atau manis dan mencium aroma roti membuat kita terus datang kembali ke dalam experience berbelanja di toko roti. Bartisserie mengembalikan perasaan yang menyentun ke hati untuk membeli kue yang fresh from the oven untuk orang yang kita cintai.

Terletak di salah satu mal yang sedang hits yaitu di ASHTA, Bartisserie memperkenalkan kami dengan konsep restoran dan toko roti modern yang terinspirasi dari gaya Amerika, terutama membawa kultur sourdough dan comfort food. Mengambil dari kata 'bar' dan 'patisserie', Bartisserie diartikan sebagai ‘bar of pastries’ dimana kamu bisa melihat display counter yang menampung berbagai macam jenis roti. Baik itu sarapan, makan siang ataupun makan malam, Bartisserie adalah rumah kedua dan menghargai semua kaum pencinta makanan dari yang pecinta kopi hingga yang baru saja ingin memulai menjadi seorang vegan.

Dengan maraknya orang sedang melakukan pola makan bersih dan sehat, Bartisserie memiliki pilihan menu yang sangat variatif dari yang all-day breakfast dengan rasa sweet atau savory hingga all-day dining yang terdiri dari toasts, burger, sandwich yang sedang naik daun tren dalam tren F&B disini. Begitu juga, para tamu disuguhkan dengan berbagai pilihan makanan vegan atau makanan bebas gluten yang dapat mempertemukan orang yang non-vegan dan vegan dalam satu kesempatan. Dilihat dari logo mereka juga, gambaran matahari dan bulan tidak serasi yang merepresentasikan berkumpul dan makan bersama di meja makan dengan alternatif yang beragam.

Tim Insitu berkesempatan untuk mewawancarai oleh orang-orang kreatif di balik Bartisserie dengan Hanindito Sidharta sebagai co-founder Bartisserie, Emerson Manibo sebagai konsultan baker, Yara sebagai pastry chef dan Sisi Soetrisno sebagai konsultan dapur.

Hanindito Sidharta

Apa yang kamu inginkan dari kesan dan perasaan pelanggan kamu ketika mereka datang dan meninggalkan Bartisserie?

Pak Hanin: Saya ingin mereka datang sebagai rumah kedua. Ini merupakan makanan yang menenangkan dengan lingkungan yang santai. Kamu pun bisa datang ke sini dan mempercayai kami untuk memberi makanan yang persis sama pada hari sebelumnya serta dengan ambiance   yang menyenangkan. Semua dalam konsistensi. 

What’s next for Bartisserie?  

Pak Hanin: Nanti planning kita bakal ada alkohol. Sekarang budaya kopi dan draft bir saling bergabung apalagi toko roti kami juga memiliki draft beer yang berkualitas. Kita juga merencanakan martini for the ladies dan Blood Mary untuk brunch di weekend. 

Sisi Soetrisno

Apa yang menjadi inspirasi menu dari makan-makanan di Bartisserie?

Sisi: Comfort food adalah inspirasi saya. Menu makanan yang dapat dimakan beberapa kali/yg tidak membosankan

Sekarang semakin banyak orang akan mempromosikan makanan melalui Instagram. Sehingga, memainkan dengan plating makanan menjadi salah satu aspek yang bikin eye-pleasing dan indah. Sebagai kitchen dan food consultant, apakah plating selalu menjadi faktor penting dalam menghidangkan makanan?

Sisi: Plating itu penting. Harus “always pleasing in th eyes”. Tapi sebagai food consultant, saya lebih memfokuskan ke rasa dan konsistensi kualitas dari makanan yg ada di menu karena itu yang akan lebih diingat orang.

Emerson Manibo

Kamu memiliki pengalaman yang luar biasa sebagai pastry chef dari New York, Brooklyn, serta bekerja di restoran michelin bintang tiga dan Tartine Bakery and Cafe dan membuka bakery di Singapura dan Bali. Mengapa memilih Jakarta kali ini?

Emerson: Pertama, saya tidak menganggap diri saya sebagai "pastry chef". Saya seorang baker. Saya beruntung membuat kue di masa lalu dan sekarang, tetapi baking lebih menjadi minat. Saya memilih Jakarta terutama karena saya ingin membantu beberapa teman lama untuk memulai bisnis dan mengembangkan program bakery untuk Bartisserie. Itu juga cara baik untuk menguji pasar Jakarta.

Ada banyak pilihan sourdough di menu, yang menjadi sangat menarik karena tidak banyak lidah kita yang familiar atas rasanya. Menurut kamu, apa yang menjadi istimewa dengan menggunakan ramuan ini?

Emerson: Sourdough menambah kompleksitas rasa dimana saya suka itu. Juga, sehat dan baik untuk bioma usus kamu. 

Yara Tabrani

Di dalam masa pandemi ini, pastinya banyak hal yang sangat tidak terduga semisal tidak pastinya berapa customer yang datang atau peak hours or days. Setiap kali sedang membuat pastries, apakah bisa prediksi kapan lakunya pastries ini?

Yara: Weekend dan hari biasa itu itemnya selalu beda dan di weekend lebih banyak daripada weekdays. Weekdays lebih sepi. Kita engga pernah tahu lakunya bakal rame atau engga. Pandemi kita engga pernah tahu, ada masanya weekend sepi banget dan ada masanya weekend rame banget. Weekdays pun juga begitu.

Apa resep favorit personal dalam menu Bartisserie yang menjadi proses yang sangat mengesankan? Misalnya sudah berkali-kali mengulik dan mencoba untuk bikin satu resep tapi belum menemukan “it-factor”-nya, dan akhirnya menemukan setelah sekian lama mencoba.

Yara: Semuanya ada cerita masing-masing. Paling kesan buat saya croissant sih karena saya lebih ke fine dining dari cake ke plated dessert, di Bartisserie kerjanya sebagai baker. Nikmatin proses setiap cerita itu ada apalagi croissant itu belum tentu hari ini bakal gede atau kecil, mengembang atau engga. Dalamnya pun bentuknya bagus apa tidak seperti sarang tawon.

Bartisserie memiliki konsep gaya New York dengan budaya sourdough dari Amerika dan memberikan nuansa interior Japandi seperti sedang dalam ruang makan ataupun ruang tamu modern. Menggabungkan tampilan mid-century dengan kursi santai dan tanaman monstera yang menghiasi restoran dan bakery ala New York ini. Dari dua sisi berlawanan ketika berjumpa di Bartisserie, pengunjung bisa melihat perpustakaan mini dengan majalah desain dan buku catatan dimana bisa dibeli, booth DJ yang selalu menemani dengan lantunan musik yang pleasing dan pilihan piringan hitam untuk kamu bisa bawa pulang.