Lifestyle

Selamat Tinggal Tahun 2020 Dalam Film Satir Netflix: Death To 2020

By Sheila Bell

 

Jika kita mengilas balik dan rekap tahun ini, Death to 2020 adalah film yang tidak ingin kamu lewatkan untuk ditertawakan melalui komentar dan narasi satir dan ironis. Dari kreator Black Mirror, Charlie Brooker dan Annabel Jones, Death to 2020 merupakan mockumentary yang meliput peristiwa-peristiwa yang terjadi di tahun ini. Dengan mengambil adegan wawancara dari sumber-sumber yang meniru karakter di kehidupan nyata, Death to 2020 mengungkap kisah di masa pandemi yang diikuti oleh kebangkitan pengguna sosial media TikTok, gerakan sosial ikonik Black Lives Matter, pemilu Amerika Serikat dan banyak lagi.

Film berdurasi 70 menit ini diawali dengan peristiwa bencana pertama yang terjadi di bulan Januari, kebakaran hutan Australia. Lalu, diikuti oleh impeachment Trump dan kemudian virus corona yang menyebabkan keresahan bagi seluruh dunia. Seiring berjalannya film ini, semakin sarkas dalam komentar dan perspektif dari karakter yang menggambarkan kepribadian orang-orang di kehidupan nyata. Samuel L. Jackson bermain sebagai reporter New Yorker dimana secara satir bercanda dengan fakta jurnalistik, Hugh Grant membawa karakter seorang profesor sejarah yang merasa 'tahu atas segalanya' dan Lisa Kudrow sebagai juru bicara konservatif di parlemen Gedung Putih dimana selalu menolak pernyataan pers karena dianggap hoax; representasi kehidupan nyata yang bisa kita lihat di televisi di dini hari.

Menambahkan campuran cuplikan berita di kehidupan nyata ke dalam visualisasi film tersebut, Death to 2020 membawakan sarkas dalam persona masyarakat seperti stereotip 'Karen' dan ‘milenial rata-rata’ yang dimainkan oleh Cristin Milioti dan Joe Kerry. Komentar-komentar yang dibicarakan oleh Cristin Milioti sungguh menggambarkan seorang white-supremacist yang terlalu sering menyita informasi dari Facebook sehingga menjadi orang yang percayai akan teori konspirasi dan viral atas perlakuan yang rasis terhadap orang kulit berwarna (POC). Sementara itu, Joe Kerry menggambarkan tipikal milenial yang memiliki dua pekerjaan sampingan, hobi menjadi konten YouTuber dengan video react dan melakukan gimmick sosial hanya untuk mendapatkan atensi. Sebuah ironi yang kita saksikan dalam keseharian kita terutama di era menjadi netizen media sosial.

Tahun 2020 bukanlah tahun terbaik untuk banyak kalangan masyarakat. Namun, menurut Variety, Brooker bermaksud untuk memberikan rasa lega bagi penonton atas dampak besar pandemi ini kepada kehidupan kita. Berbeda dari seri Netflix Black Mirror yang mind blowing Death to 2020 bukanlah bagian dari episode mereka melainkan menjadi dunia sinematik Netflix dalam segmen ketika disebutkan banyak film dan serial original mereka seperti The Crown, The Floor is Lava, dan Tiger King. Dalam segmen ini pun menunjukkan perilaku orang selama hari-hari lockdown dimana kebanyakan orang menghibur diri sendiri dengan menonton acara Netflix terlalu banyak. Death to 2020 adalah film akhir tahun yang menggemakan penonton dengan banyak spoof karakter dan peristiwa yang tak terlupakan sehingga membuat kita bisa mengilas balik kepada generasi selanjutnya suatu hari nanti.