Lifestyle

Terciptanya Aroma Dari Personal Experiences: OAKEN LAB

Setiap tempat dan waktu memiliki memori khusus yang akan membuat kita bertahan pada momen dan vibes tertentu. Bisikan dari pembaca di toko buku lokal kamu, menutupi percakapan dalam diam. Cahaya terang dari lampu kota yang menyinari kaca mobil di tengah malam melaju tanpa tujuan. Mungkin, pergi ke tempat pangkas rambut terdekat di mana aromanya memberi kesan sentimentalitas yang bikin kita bernostalgia. Oaken Lab telah bereksperimen dan menghasilkan produk perawatan tubuh dan essentials untuk kaum laki-laki maupun wanita melalui fragrance yang dibawa ke memoar tertentu. Redaksi Insitu mengulik proses kreatif dibalik Oaken Lab yang menemukan inspirasi dan berekspresi dalam hal-hal kecil di dalam kehidupan.

Didirikan pada tahun 2018 oleh Chris dan Cynthia, Oaken Lab memiliki aroma body care dan grooming yang telah dilakukan di dalam rumah mereka dengan banyak variasi konsep, moodboard, dan ratusan jenis bahan. Awalnya, Chris mencari produk shaving dan deodoran alami tanpa bahan kimia yang tidak membuat kulit iritasi dan ingin menghilangkan bau odor yang kurang menyenangkan, namun di Indonesia yang Chris temukan kebanyakan merek drugstore yang tidak sesuai dengan ekspektasinya. Sejak saat itu, Chris mulai bereksperimen sendiri dengan beragam aroma dan meluangkan waktunya untuk mempelajari ‘parfum'.

“Jadi awal idenya hanya untuk meningkatkan ritual harian dengan gaya hidup, memberikan kualitas produk dan perawatan diri yang baik”, ujar Chris yang mengagumi komunitas shaving dari Amerika dan Australia. Para co-founder The Goods Dept dan Brightspot ini pun berniat untuk meningkatkan ritual sehari-hari yang berasal dari hal paling sederhana seperti mandi, dandan, atau bahkan memberikan ketenangan pikiran di dalam rumah. Dengan produk perawatan pria dan deodoran sebagai anak pertama mereka dalam brand Oaken Lab, pasangan suami istri yang sudah menikah lebih dari satu dekade ini selalu mengutamakan pengalaman pelanggan dengan menemukan aroma yang tepat sebagai prioritas mereka. “Kita mulai dari niche yang kita pengen crack dulu. Tapi kita juga udah mulai dari handsoap-nya dan berusaha men-convert ke customer’s experience-nya beda dari yang ada di market ”, ujar Cynthia.

“Kami selalu ingin orang-orang merasakan Oaken melalui presentasi dan produknya sendiri, ini bukan hanya sebuah kegiatan mandi, melainkan mendapatkan perasaan yang sangat menyenangkan dari pengalaman itu”, jelas Chris yang bertemu Cynthia di San Francisco saat bekerja di ritel mode. Untuk merayakan pre-launching event-nya, Oaken Lab berpartisipasi di Brightspot Market. Booth dan space menceritakan nuansa dari produk-produk yang ditawarkan oleh Oaken Lab. Event ini memberikan experience yang unik khususnya untuk para audience dan mereka bisa explore aroma-aroma yang tersedia di booth mereka.

Ketika ditanya tentang arti nama dan logonya, Oaken berasal dari kata 'Made of Oak'. Pohon ek (Oak) telah menjadi representasi simbolis dari merek tersebut sebagai kemegahannya. Pun, cerita latar belakangnya dari Cynthia menggambarkan suaminya terobsesi dengan semua ini, termasuk tempat lahirnya di Oak Park. “Logo itu sendiri terinspirasi dari personal experiences dan logo itu sebenarnya melambangkan gunung, air, dan ada titik kecil seperti matahari. Itu hanya ikon yang sangat sederhana dan gagasan untuk traveling” jelas Chris.

Tidak ada yang literal dalam aroma kontemporer mereka yang diekspresikan melalui perasaan dan sensasi tertentu. Sebagian besar karya kreatif mereka terinspirasi dari perjalanan seperti ‘Far Afield’ yang memberikan aroma kayu segar yang sedikit lembab dan mengidekan dari pengalaman mereka bangun pagi di pegunungan. Bahkan keharuman 'Earth of Mankind' mereka berasal dari buku legendaris 'Bumi Manusia' oleh Pramoedya Ananta Toer. Memberikan kesan khas Jawa melalui wewangian tembakau, cengkeh, dan vanilla, aroma ini menghadapkan dan menggambarkan Jawa secara keseluruhan untuk mewakili Indonesia. Scent terbaru mereka 'Sanctum' mempresentasikan rasa nyaman dengan memberikan kesan yang merasa aman dan tenang di tempat kita sendiri.

Dari awal produksi, Oaken Lab sangat teliti dalam memberikan kualitas terbaik dimulai dari  konsep moodboard, bereksperimen dengan aroma formula sendiri, dan menghasilkan desain kemasan yang aesthetically pleasing. Hal tersebut pun tercerminkan dari salah satu produk mereka yaitu scented candles. Produk ini sudah menjadi salah satu daily essential yang dimiliki oleh setiap individu. Selain untuk mempercantik ruangan, candles ini dapat memberikan kesan hangat dan homey di setiap sudut ruangan kamu.

“We’re trying to develop a new product. Untuk aroma baru, kita mencoba untuk membuat dua kali setahun untuk mengeluarkan scent baru. Cuma kita pengen banyak mencoba hal baru dengan cara berkolaborasi. Soalnya kalau sama terus, kan engga seru aja”, kata Cynthia. “Kami telah memperluas ke luar negeri jadi kami berencana untuk memulai lebih banyak di AS dan di luar Eropa,” dilanjutkan oleh Chris.

Selain mengerjakan project Oaken Lab, di samping itu Chris dan Cynthia biasanya melakukan quality time dengan cara memasak, berkebun bersama keluarga. “The purpose of gardening can have many advantages, which can be related to our workfield and if we plant some sort of flowers that we could use that would be implemented to our essential oils and end up with our personal project,” kata Chris. Sebelum pandemi terjadi, menikmati musik dan berdansa merupakan leisure activities yang digemari oleh Chris dan Cynthia. Terkadang, pergi ke pameran seni dan memahami dan mempelajari kultur budaya menjadi salah satu hobi Chris dan Cynthia.

Produk-produk Oaken Lab bisa kamu dapatkan melalui official website Oaken Lab di oakenlab.com dan beberapa official stores yang terletak di Jakarta, Bali, dan Jogjakarta. Untuk informasi lebih lanjut, please check out @oakenlab Instagram!