People

SIVIA

Di hari single terbarunya dirilis, Insitu berkesempatan untuk berbincang dengan Sivia tentang musik, proses kreatif, hingga pendewasaan. Single "New York" menjadi ujung tombak album terbaru Sivia yang saat ini masih dalam proses pengerjaan. Tak seperti proyek-proyek sebelumnya saat ia masih menjadi penyanyi cilik, saat ini Sivia mengepalai seluruh proses kreatif di balik pengerjaan album ini--yang dapat dibilang merupakan titik balik Sivia sebagai seorang musisi.

 

I: Apa cerita di balik single "New York"?

SA: Kalau dilihat dari liriknya, New York itu amarahku. The idea of the song kan sebetulnya peringatan untuk orang yang mendengarkan. Aku bicara kalau nyaman itu ga selamanya enak, itu bisa juga jadi jebakan. Kenapa New York, karena aku pengen banget tinggal dan kerja di sana suatu hari. Tapi aku juga takut ternyata sesudah sampai New York aku bakal lupa pulang. Di sini, pulang yang kumaksud adalah pulang ke diri sendiri. Ini kiasan sebetulnya, maksudnya sibuk mikirin perasaan lain dan ga mikirin perasaan diri sendiri.

I: Bagaimana konsep album ini?

SA: Konsepnya semacam satu buku. Jadi per lagu menjadi satu chapter. Semua cerita di album ini based on my experience--semua yang aku lewatin, itu yang aku tulis. Apa yang kurasain, itu yang aku tulis. Sebetulnya, album ini bercerita tentang self-love. Tetapi, angle yang kuambil adalah dari love life, karena menurutku itu isu yang penting buat orang-orang seumur aku.

Secara musikal, warna musiknya cenderung ke R&B dan soul. Sebetulnya aku tumbuh dengan musik jazz, karena waktu kecil aku sekolah musik. Tapi takutnya, kalau jazz musiknya bakal terlalu berat dan ga semua orang bisa menikmati. Aku juga suka R&B dan soul, tetapi di album ini juga akan ada eksperimen dengan genre-genre lain.

I: Bagaimana proses kreatif pembuatan album ini?

SA: Semua mulai dari lirik lagu. Setelah itu, aku bikin musiknya. Dengan bantuan tim kreatif, kami coba explore lagunya tentang apa, angle yang mesti diambil. Aku memang punya tim, tapi aku tetap in charge dari segi warna, tone, hingga pemotretan. Mixing juga aku ikut, biar sesuai dengan keinginanku. Karena itu tujuanku--sekarang mau sendiri, mau nyanyi. Aku sudah sekolah musik sejak umur 6 tahun, sayang banget kalau aku ga explore total di bidang ini. Prosesnya akan panjang dan rumit, tapi itu yang aku nikmati. Proses itu ga akan bohong.

I: Tak hanya sebagai penyanyi, di sini Sivia juga bertindak sebagai penulis lagu. Bagaimana Pengalamannya?

SA: Dulu aku pernah bilang ga akan nulis lirik sendiri. Aku kan anaknya ceplas-ceplos, jadi pasti aneh kalau tiba-tiba nulis lirik yang puitis. Ternyata aku melewati banyak banget proses pendewasaan selama ini, ternyata bisa nulis lirik sendiri. Terus ketagihan, kalau ada apapun yang kurasain, kutulis di note handphone. Aku minta waktu setahun utuk memproses perasaan-perasaan yang kualami untuk kutulis jadi lirik. Aku ingin bisa cerita, bisa sharing apa yang kulewati selama ini. Ga cuma bikin lagu yang enak, tapi aku juga ingin mengedukasi tentang pentingnya self-love untuk diri sendiri. Aku ingin nunjukin caraku mengekspresikan self-love. Aku yakin banget, kalau kamu berkarya dengan jujur, pesannya juga bakal lebih cepat sampai.

Trik aku adalah jangan membatasi perasaan. Kalau sedih, biarin aja. Aku harus breakdown sendiri, menganalisa kenapa perasaan ini muncul. Terus baru bikin lirik--15 menit juga bisa jadi.

I: Apa saja referensi musik dari album ini?

SA: Aku suka banget buka Spotify dan cari random musician buat didengerin, yang penting R&B. Kalau ada yang chord atau beatnya aku suka, lagu itu bakal aku jadi referensi. Aku juga lagi dengerin Mahalia, Kehlani, Aku juga suka banget SZA. Aku anaknya agak old soul ya, aku suka banget SWV, TLC, J.Lo.

I: Kalau bisa featuring dalam suatu lagi dengan siapapun, siapa yang akan dipilih?

SA: Aku ingin bisa featuring sama Yura, Glenn Fredly, kayaknya menarik juga kalau aku featuring sama Rayi Putra atau Ramengvrl. Kami sama-sama suka sneakers, mungkin itu bisa jadi background juga. Featuring dengan siapapun juga aku terbuka, yang penting kita seirama dan cocok. Di bidang ini aku membuka lebar-lebar kesempatan untuk kolaborasi.

I: Bagaimana Sivia mendeskripsikan gaya fashion-nya?

SA: Sekarang mungkin lebih feminin dengan statement. Dulu aku sama sekali ga mau pakai heels, selalu pakai sneakers ke mana pun. Aku juga koleksi dan merawat sneakers, jumlahnya sudah banyak banget. Kalau sekarang, bajunya mungkin bisa berwarna gelap--aku selalu pakai warna hitam--tapi terus nanti pakai sepatu warna neon. Sekarang sudah semakin dewasa, jadi aku lagi berpikir untuk memberanikan diri pakai heels, warna-warna yang berani, biar sekalian beda.

I: Apa yang ingin disampaikan lewat gaya fashion ini?

SA: Karena sekarang aku berjilbab, aku mau bilang kalau berjilbab itu ga harus membatasi ekspresimu. Outfit-ku kebanyakan bukan look-look yang "cantik", karena aku berjilbab bukan berarti semuanya harus tone down, soft, dan "cantik". Aku ingin nunjukin kalau berjilbab juga bisa playful dan casual. Di komunitas sneakers yang kebanyakan cowok juga aku yang berjilbab masih diterima. Orang mau ngejudge atau ngga, itu pilihan mereka.

I: Di tengah kesibukan kerja, apa yang dilakukan untuk mengisi waktu luang?

SA: Aku suka pergi-pergi sendiri. Traveling juga sendiri, itu refreshing banget buatku. Tempat yang paling memorable banget itu India, surprisingly it was amazing. Jepang juga bagus banget. Aku juga pengen banget ke Nepal. Dulu aku anak beton banget, ga suka pergi ke alam-alam. Makanya aku suka banget New York, isinya gedung semua. Kalau ke Sudirman aku senang liat gedung-gedung di jalan. Tapi semakin ke sini, kayaknya aku udah mulai mencoba jalan-jalan yang lain. Aku cuma ingin melakukan apa yang aku inginkan.

I: Apa hal lain yang ingin dicoba selain musik dan akting?

SA: Aku ingin coba berenang sedalam mungkin di musik. Mau fokus satu, di musik aja. Dengan proses pendewasaanku, aku ingin belajar fokus di sini. Mungkin suatu hari aku bisa bikin lagu buat orang lain, atau featuring dengan orang lain, siapa tahu?

I: Kalau ngga main musik lagi, mau jadi apa?

SA: Aku ngga kebayang sama sekali. Pokoknya akan jadi penyanyi.