Art & Design

Pameran ‘Vaitasa’ Yang Mengguncingkan Keluh Kesah Dalam Masa Pandemi

Oleh: Sheila Bell

 

Sebagai platform seni digital, Cakravala berkolaborasi dengan fashion brand lokal AKSU untuk menjadi guest curator dalam pameran pop-up pertamanya berjudul ‘Vaitasa’. Menampilkan enam seniman lokal dari berbagai macam latar belakang, eksibisi ini menyuarakan sisi kreatif dalam menghadapi situasi pandemi yang merisaukan secara kolektif. 

Diangkat dari bahasa Sanskrit, ‘Vaitasa’ diartikan sebagai momentum untuk menyesuaikan diri dengan sebuah keadaan. Karya-karya yang menggabungkan dunia tradisional dan kontemporer dari Eko Bintang, Trio Muharam, Mutiara Riswari, Putu Surya Dharma Putra, Prayogo Yoedo, dan Andre Yoga membawakan ke dalam perspektif ketika dihadapkan dalam sebuah ketidakpastian di masa pandemi ini. Menuangkan semua bak perasaan akhirnya menghasilkan sebuah produktivitas dalam jiwanya berkarya. Seakan-akan, adanya benang merah yang membawakan takdir ke dalam masyarakat dan menimbulkan gagasan ‘we’re all in this together’. 

Sebuah perubahan dalam situasi atau diri bukanlah sesuatu yang dipikirkan sebagai beban, melainkan untuk dirangkul bahwa masih ada ruang harapan dalam perkembangan akan hari-hari yang lebih baik. Cakravala dan Aksu mengangkat tema dari sebuah filosofi dan suku Bali yaitu Bali Aga dimana adanya gagasan dualitas dan keseimbangan di dalam sehari-hari. Semisal, disaat kita bisa merasakan putus asa timbul sebuah harapan dalam perasaan yang dialami secara bersama.

Ekshibisi ‘Vaitasa’ diselenggarakan secara offline di T-Lofts & Co-Living di Kerobokan, Bali pada tanggal 3 April hingga 24 April 2021. Jika kamu tidak berkesempatan untuk melihat secara langsung, kamu bisa mengunjungi eksihibisi secara virtual di www.cakravala.com hingga 15 Mei 2021.